Sejarah

SEJARAH LPM STIESIP

Penjaminan mutu perguruan tinggi sangat penting terhadap keberlangsungan dan perkembangan perguruan tinggi tersebut. Penjaminan mutu perguruan tinggi telah diamanatkan oleh Pemerintah sejak tahun 1990 seperti tertera dalam PP Nomor 30 Tahun 1990 tentang Pengawasan dan akreditasi, UU RI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Bab XVI tentang Evaluasi, Akreditasi dan Sertifikasi), UU RI Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Bab III tentang Penjaminan Mutu). Inti dari amanat tersebut, bahwa “Pengelolaan satuan pendidikan tinggi dilaksanakan berdasarkan prinsip otonomi, akuntabilitas, jaminan mutu, dan evaluasi yang transparan”. Dengan demikian, penjaminan mutu merupakan salah satu prinsip yang perlu diwujudkan dalam pengelolaan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Indonesia Purwakarta (STIESIP).

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) merupakan badan internal STIESIP yang berfungsi membangun sistem penjaminan mutu akademik pada setiap level, seperti Pimpinan, Wakil Pimpinan, Bidang dan sub Bidang administrasi, Lembaga & Pusat (Pelaksana Teknis), jurusan/program studi, laboratorium, studio, bengkel, bagian dan sub bagian administrasi.

LPM STIESIP berdiri sejak tahun 2014, dengan nama awal LPM STIES Darul Ulum Purwakarta (STIES DU) sesuai Keputusan Ketua Nomor : 25/SK/STIES-DU/VI/2014, kemudian berdasarkan perkembangan visi dan misi yang global, tahun 2017 ada perubahan nama Lembaga sekaligus alih Yayasan yang awalnya STIES Darul Ulum Purwakarta dibawah   Yayasan Kian Santang, menjadi STIES Indonesia Purwakarta dibawah Yayasan Piksi Ganesha. Ruang lingkup kerja LPM STIESIP adalah sebagai berikut; 1) merencanakan dan melaksanakan sistem penjaminan mutu akademik secara keseluruhan di lingkungan STIESIP, 2) membuat perangkat yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan sistem penjaminan mutu akademik, 3) memonitor pelaksanaan sistem penjaminan mutu akademik, 4) melakukan audit dan evaluasi pelaksanaan sistem penjaminan mutu akademik, dan 5) melaporkan secara berkala pelaksanaan sistem penjaminan mutu akademik di STIESIP. Konsentrasi kerja LPM STIESIP sebagai lembaga yang baru berdiri sengaja difokuskan pada perancangan sistem penjaminan mutu yang diterapkan di STIESIP dan monev (monitoring & evaluasi) serta audit (internal), baru dilaksanakan pada bidang akademik yang masih terbatas pada kegiatan Proses Belajar Mengajar (PBM).

Namun setelah dilakukan kajian yang mendalam mengenai penjaminan mutu dan audit mutu akademik, serta kewajiban mengemban tugas yang lebih luas, maka disepakati untuk memperluas fokus pengembangan penjaminan mutu yang tidak terbatas pada PBM namun diperluas pada keseluruhan dari layanan akademik, layanan penelitian, layanan pengabdian pada masyarakat dan layanan pendukung lainnya.

Selain hal tersebut, LPM juga menjalankan fungsi; 1) pelaksanaan penyusunan rencana, evaluasi program dan anggaran, serta pelaporan; 2) pelaksanaan pengembangan mutu akademik; 3) pelaksanaan training, workshop, konsultasi, tutorial, pendampingan dan kerjasama dalam bidang Sistem Manajemen Mutu (SMM) untuk kebutuhan internal STIESIP, dan 4) pelaksanaan administrasi lembaga.

Sampai saat ini STIESIP memperoleh beberapa prestasi berkat komitmen berbagai pihak dalam implementasi SMM antara lain sebagai berikut :

  1. Akreditasi Program Studi Ekonomi Syariah memperoleh  Peringkat B (Sangat Baik), berdasarkan Keputusan BAN-PT Nomor : 1542/SK/BAN-PT/Akred/S/VIII/2016. Pada tahun 2021 Program Studi Ekonomi Syariah kembali mengajukan perpanjangan akreditasi, karena SK yang pertama sudah habis, dan alhamdulillah sudah keluar SK sementara sebagai dasar penerimaan mahasiswa baru dan meluluskan dengan nomor : 10366/SK/BAN-PT/Ak-PPJ/S/VIII/2021, karena IPEPA masih dalam proses penilaian.
  2. Akreditasi Program Studi Perbankan Syariah memperoleh  Peringkat B (Sangat Baik), berdasarkan Keputusan BAN-PT Nomor : 150/SK/BAN-PT/Akred/S/II/2019, pencapaian akreditasi ini sangat luar biasa sekali, karena baru meluluskan 1 angkatan sudah mendapatkan akreditasi B.
  3. Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) STIESIP belum mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan, karena saat pengajuan akreditasi ada 1 prodi yang sudah non-aktifkan tapi dianggap sistem masih aktif, alhasil nilai AIPT masih C (Cukup).